
Poging DBD adalah keadaan di mana pasien mengalami gejala yang mengarah ke infeksi virus dengue, seperti:
- Demam tinggi mendadak (≥ 38,5°C) selama 2–7 hari.
- Sakit kepala hebat.
- Nyeri di belakang mata.
- Nyeri otot dan sendi.
- Mual atau muntah.
- Muncul ruam atau bintik-bintik merah pada kulit.
- Kadang disertai mimisan atau gusi berdarah.
Pemeriksaan Penunjang
Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan:
- Hitung darah lengkap (terutama trombosit dan hematokrit).
- Pemeriksaan NS1 antigen (hari ke-1 sampai ke-5 demam).
- Pemeriksaan antibodi IgM/IgG dengue (setelah hari ke-5 demam).
Penanganan Awal
- Istirahat yang cukup.
- Minum banyak cairan (air putih, oralit, kuah, jus tanpa pemanis berlebihan) untuk mencegah dehidrasi.
- Gunakan parasetamol untuk menurunkan demam sesuai dosis yang dianjurkan.
- Hindari obat golongan aspirin, ibuprofen, atau diklofenak karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Tanda Bahaya
Segera bawa pasien ke rumah sakit jika muncul:
- Nyeri perut hebat.
- Muntah terus-menerus.
- Perdarahan (mimisan, muntah darah, BAB hitam).
- Lemas berat atau mengantuk terus.
- Sulit bernapas.
- Tangan dan kaki terasa dingin.
- Tidak buang air kecil dalam waktu lama atau tanda dehidrasi.
Pencegahan DBD
- Lakukan PSN 3M Plus:
- Menguras tempat penampungan air.
- Menutup tempat penampungan air.
- Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
- Plus: menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa, memakai pakaian berlengan panjang, dan menghilangkan genangan air.
Catatan: Istilah “poging DBD” bukan merupakan diagnosis medis resmi, melainkan istilah yang sering digunakan untuk menyatakan dugaan DBD sebelum diagnosis dipastikan oleh tenaga kesehatan. Apabila seseorang mengalami demam tinggi selama 2–3 hari disertai gejala yang mengarah ke DBD, sebaiknya segera diperiksa ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.




